Akhiran "ing" yang tidak jua teralihbahasakan

By Rahmat Febrianto On Thursday, May 20, 2010 At 2:00 PM

Ketika sebuah kata kerja di dalam bahasa Inggris dilekati akhiran "ing", maka penerjemahan yang disarankan ke dalam bahasa Indonesia adalah dengan memberi awalan "pe" dan akhiran "an" di antara terjemahan kata dari bahasa Inggris tersebut. Sependek pengetahuan saya, para pengguna bahasa Indonesia telah mematuhi kaedah itu untuk sebagian kata. Namun, ada sebagian kata lain yang tidak bisa-bisa juga diperlakukan sesuai aturan tersebut. Daftar kata tersebut, berdasarkan riset-risetan (artinya, bukan riset betulan) adalah sebagai berikut.


  • Monitoring (Coba saja periksa lembaga-lembaga pemerintah; tidak akan ada, misalnya lembaga pemonitoran dan evaluasi, namun lembaga monitoring dan evaluasi. Padahal jika memaksa memakai monitoring dan evaluasi sudah jelas tidak setara karena yang pertama menunjukkan proses sedangkan yang lain menunjukkan kata benda.)
  • Auditing (Coba periksa kurikulum jurusan-jurusan akuntansi di Indonesia.)
  • Marketing (Sebagian jurusan manajemen telah menukar menjadi pemasaran, sebagian belum.)
  • Accounting (Tidak ada yang berani merubahnya menjadi pengakunan, tapi hanya akuntansi atau akunting--lihat iklan lowongan kerja di koran.)
  • Processing (Lihat kantor Pos Indonesia, misalnya di Plemburan, Sleman yang namanya Kantor Processing....)
  • Shooting (Akhirnya mengalah menjadi hanya syuting)
  • Positioning (Jadinya tetap positioning, kadang-kadang diserap, kadang-kadang tidak. Lihat http://kppu.go.id/)
  • Voting (Sering diserap penuh daripada menjadi pemungutan suara.)
  • Booking (Tetap booking alih-alih pembukuan atau pemesanan, misalnya, pada pemesanan tiket.)
  • Ranking (Diserap menjadi rangking atau tidak berubah menjadi peringkat atau pemeringkatan.)
  • Booting (Seringkali dibiarkan tetap dalam bentuk aslinya.)
  • Acting (Lebih sering diserap menjadi akting dan sesekali diterjemahkan sebagai peran.)
  • Posting (Nah, ini sulit untuk diubah. Dulu hanya akuntan yang menyerapnya menjadi "...diposting ke buku besar..." atau "...memposting ke buku besar...." Sekarang, setelah ada FB dan blog, semakin sulitlah menemukan ada orang yang menulis "memposkan" daripada "memposting". Padahal post office diterjemahkan dengan mudah menjadi kantor pos.)
  • Launching (Saya lebih suka menduga bahwa orang lebih senang dengan kekerenan bunyinya, mungkin untuk tujuan komersial, dibandingkan dengan peluncuran yang terlalu "domestik".)
  • Setting (Saya belum pernah lihat ada yang merubahnya menjadi "pensetan" atau "penyetan" mungkin karena takut orang salah sangka dengan yang pertama dan tidak ingin diasosiasikan dengan tempe atau ayam penyet dengan yang kedua. Padahal "pengesetan" sangat cocok dan berterima kalau ingin dipakai.)
  • Budgeting (Kadang-kadang tersua kata ini di dalam judul matakuliah universitas, sama seperti auditing di atas yang malas diindonesiakan.)
  • ....(masih ada, tapi belum ingat lagi)




Sleman, May 2010

for this post

Leave a Reply