Lelah, letih, capek

By Rahmat Febrianto On Tuesday, March 3, 2009 At 11:17 PM

Sepintas ketiga kata itu memiliki arti yang sama. KKBI pun tidak mendefinisikan mereka dengan dengan definisi yang jauh berbeda. Hanya saja "letih" yang menunjukkan kondisi kepayahan yang lebih tinggi dibandingkan dua kondisi fisik yang lain.


Penggunaan ketiga kata itu di dalam kalimat tidak akan membuat makna kalimat itu akan berbeda jika digunakan kata yang berbeda. Contohnya adalah kalimat berikut:


Ismail kelelahan setelah bekerja sehari penuh, atau
Ismail keletihan setelah bekerja sehari penuh, dan
Ismail kecapekan setelah bekerja sehari penuh.


Walaupun ketiga kata itu tidak berbeda, tapi saya menemukan pola penggunaan kata itu yang spesifik daerah. Kata "lelah" lebih banyak digunakan oleh orang Lombok, kata "letih" lebih banyak digunakan oleh orang Minang, sedangkan kata "capek" lebih banyak digunakan orang Betawi (Jakarta) dan orang yang tinggal di Jawa.


Jadi kalau ada orang bercerita bahwa,


"Saya sampai lelah tertawa mendengar ceritanya", maka bisa diduga ia adalah orang Lombok;
"Saya sampai letih tertawa mendengar ceritanya", maka bisa diduga ia adalah orang Minang;
"Saya sampai capek tertawa mendengar ceritanya", maka bisa diduga ia adalah orang Betawi.


Sleman, Maret 2009

for this post

Leave a Reply