Tulat dan tubin

Bahasa Indonesia tidak kaya dibandingkan dengan bahasa lain, bahasa Inggris misalnya? Ah, yang benar? Apa bisa kampung anglo yang selebar daun lepat itu lebih kaya kata dibandingkan dengan kampung nusa yang diantarai lautan begini?

Mari kita bandingkan salah satu dari koleksi kata kedua bangsa ini. Kali ini untuk urusan hari.

Sinonim "hari ini" adalah" today"; sinonim "kemarin" adalah "yesterday", sinonim "besok" adalah "tomorrow"; sinonim "lusa" adalah "the day after tomorrow". 

Nah, kan, baru sampai di "lusa" saja mereka telah kehabisan kata. Bagaimana dengan satu hari setelah lusa dan dua hari setelah lusa? Pasti saja mereka tidak punya. Paling-paling mereka hanya akan bisa bilang: "the day after the day after tomorrow" atau paling secerdas-cerdasnya nenek moyang mereka, mereka hanya akan bilang: "two days after tomorrow" atau "three days from now". Yakinlah bahwa mereka tidak akan lebih baik lagi jika diminta menunjukkan kata untuk hari keempat setelah hari ini. 

Bagaimana dengan bahasa Indonesia? Ini yang ingin saya katakan dari tadi bahwa kita sangat kaya. 

Jika hari ini adalah hari Sabtu, besok adalah Ahad, lusa adalah Senin, tulat adalah Selasa, dan tubin adalah Rabu.

Tulat adalah hari ketiga setelah hari ini dan tubin, tentu saja, adalah hari keempat dari hari ini. Apakah ada sinonimnya di dalam bahasa Inggris? Saya kira tidak! 


Sleman, Nov 2008
By Rahmat Febrianto On Saturday, November 22, 2008 At 12:26 AM

Cerap dan to perceive

cerap: (ks) memperhatikan


mencerap:
(1) memperhatikan; menaruh minat kepada;
(2) menerima sesuatu di dalam hati (mengambil inti sari dari suatu kejadian (dsb) dengan indera (spt penglihatan, pendengaran); menanggap


tercerap:
dapat dicerap dengan indera


cerapan:
sesuatu yang dicerap atau yang diterima dengan indera; tanggapan


pencerapan:
perbuatan (hal, proses, dsb) mencerap


Kata "cerap" ini bisa dijadikan terjemahan untuk kata "to perceive" yang bermakna, sbb:


1. to become aware of, know, or identify by means of the senses: I perceived an object looming through the mist.
2. to recognize, discern, envision, or understand: I perceive a note of sarcasm in your voice. This is a nice idea but I perceive difficulties in putting it into practice.




Selama ini "to perceive" seringkali di dalam literatur ekonomi dan psikologi diserap menjadi kata "mempersepsi". Menurut saya, jika kata "to perceive" diserap menjadi "mempersepsi" akan membuat ragu pembaca teks bahasa Indonesia karena ada kata "persepsi" di dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kata "to perceive" akan lebih baik diterjemahkan dengan "mencerap" karena sama-sama melibatkan indera untuk memahami sesuatu.






Sleman, November 2008


PS.
Dari jejak pencarian seseorang yang sempat singgah ke blog ini saya menemukan link lain ke situs KapanLagi.com dengan alamat http://kamus.kapanlagi.com/cerap. Mereka menerjemahkan "cerap" ke dalam bahasa Inggris menjadi:


cerap: kurang- uninterested; unresponsive (14 Februari 2009)

Terjemahan di kamus KapanLagi.com itu sangat keliru karena di KBBI, cerap diterjemahkan menjadi acuh dan acuh artinya adalah peduli.

Saya tidak tahu apa maksud kata "kurang-" di sana tapi dua kata bahasa Inggris jelas-jelas menunjukkan arti kata cerap menurut situs itu. Saya sudah meminta mereka mengubah atau memperjelas terjemahan mereka melalui situs mereka pada hari yang sama.

Labels: , ,

By Rahmat Febrianto On Saturday, November 15, 2008 At 6:06 PM

Lagiyah

Lagiyah: (kb) perkataan yang tidak berguna, tidak berisi, dan belum tentu benar


(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989)


Kata lagiyah ini cocok dipakai untuk di dalam kalimat, misalnya,


"Satu jam ia berpidato, tapi semuanya hanya lagiyah", atau
"Saya harus keluar dari ruangan rapat ini karena materinya lagiyah", atau
"Ibu belum mau menanggapi kabar tersebut karena bisa jadi lagiyah".
By Rahmat Febrianto On Friday, November 14, 2008 At 11:08 PM